Tuesday, November 13 2018
Home / Tips dan Trik / Kisah Inspiratif dari sebuah Jam

Kisah Inspiratif dari sebuah Jam

Ini kisah yang mungkin pernah kita dengar.

Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya: “Hai jam, sanggupkah engkau berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalm setahun?”

“Haaaaaaaa?? Tiga puluh satu juta seratus empat ribu kali berdetak?”, kata jam terperanjat. “Mana mungkin aku sanggup!”, demikian si jam tangan menyetakan keberatannya, atau lebih tepat: keraguannya.

“Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping seperti ini? Tidak mungkin!”, sekali lagi si jam tangan merasa tidak yakin.

“Oke kalau begitu. Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak tiga ribu enam ratus kali? Saya tidak mungkin mampu berdetak tiga ribu enam ratus kali!”, tetap saja si jam tangan ragu dengan kemampuan dirinya.

Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kemudian berkata: “Baiklah, kalau begitu, sanggupkah kau berdetak satu kali saja setiap detik?”

“Naaaah... kalau begitu aku sanggup! Aku pasti bisa berdetak satu kali setiap detik!”, kata jam tangan dengan penuh antusias.

Setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu ternyata mampu berdetak lebih dari satu tahun tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak lebih dari 31.104.000 kali. Berarti dia sudah berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang sama juga dengan 3.600 kali dalam satu jam.

Kisah jam tangan ini meng-inspirasi kita untuk tidak dengan mudah berkata tidak bisa, tidak mampu, atau pernyataan negatif lain yang intinya menyepelekan potensi yang dimiliki.

Dalam dinamika perkembangan usaha seperti saat ini, sumber daya manusia dituntut untuk kompeten dengan pekerjaannya. Maka sudah tidak ada lagi ruang bagi mereka yang cepat berkata tidak atau yang pesimis.

Dengan kata lain, sumber daya manusia dituntut memiliki kualitas diri yang baik, sehingga selalu siap dan mampu menanggulangi permasalahan yang muncul. Bukan sumber daya manusia yang gampang menyerah, cepat berkata tidak, padahal sudah terbukti mampu melakukan.

Selamat malam.

Selamat berkarya dengan sikap yang optimis, kompeten, dan tidak cepat berkata 'tidak'!



Subscribe to our e-mail newsletter to get interesting stuff receive updates.

Rate this article


User Rating: ( votes)
Regret of the day and yesterday, and the fear of tomorrow are two thieves who take happiness today.

Check Also

10 Makanan menakjubkan untuk pertumbuhan rambut

10 Makanan menakjubkan untuk pertumbuhan rambut

Mempertahankan rambut yang sehat penting bagi semua orang, tetapi banyak orang tidak tahu bahwa …

0 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get our wellness newsletter

Food and nutrition tips, health news, and more.